Kingdom Hearts – Melody of Memory Nostalgia Masa Kecil

  • by
Kingdom Hearts – Melody of Memory Nostalgia Masa Kecil

Menyebutnya sebagai tidak benar satu franchise bersama plot paling kompleks memang tidak berlebihan. Sebuah game yang di awal eksistensinya dilirik gara-gara rancangan gila yang berusaha menggabungkan semesta Final Fantasy dan Disney ini pelan tapi pasti, tumbuh bersama benang cerita yang hampir dapat disebut “kusut”. Semakin banyak cii-ciri muncul, makin banyak pihak yang terlibat dalam kisah pertarungan gelap dan terang ini, makin banyak pula garis cerita yang tersebar melalui begitu banyak seri yang sayangnya, termasuk dilepas untuk beragam platform berbeda. Namun untungnya, kesemuanya pada akhirnya meruncing dan rampung di Kingdom Hearts 3, setidaknya untuk saga yang telah terjadi selama bertahun-tahun ini. Pertanyaannya selanjutnya, apa cara selanjutnya untuk Kingdom Hearts?

Kingdom Hearts – Melody of Memory Nostalgia Masa Kecil

Lewat lebih dari satu wawancara yang sempat dijalankan Nomura di masa lalu, kita semua paham bahwa Square Enix selagi ini tidak akan meninggalkan Kingdom Hearts begitu saja. Mereka memastikan bahwa saga terkait tokoh antagonis – Xehanort memang telah rampung, tapi petualangan Sora dkk akan terus berlanjut. Alih-alih segera sebuah seri baru, kita justru berujung disambut sebuah game ritmis berbasikan musik-musik keren Kingdom Hearts, yang kudu diakui, memang selamanya sukses jadi tidak benar satu kekuatan tarik di tiap tiap serinya. Tidak main-main, Square Enix buat persiapan ratusan lagu di dalamnya, hampir dari semua seri yang sempat ada di pasaran sebelumnya.

Lantas, apa yang memang ditawarkan oleh Kingdom Hearts: Melody of Memory ini? Mengapa kita menyebutnya sebagai game yang menawarkan sensasi nostalgia telinga? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot Jalan Cerita

Hadir sebagai game ritmis yang hendak “menjual” musik-musik keren dan ikonik Kingdom Hearts bukan bermakna memicu Square Enix membiarkan sisi plot begitu saja. Seperti langkah yang telah mereka tempuh sebelumnya, bukan cuma menyuntikkan sembarang cerita, Kingdom Hearts: Melody of Memory akan mengusung kisah yang dihitung canon dalam timeline utama. Ini bermakna jikalau Anda melewatkannya, Anda dapat berpotensi kebingungan jikalau seri Kingdom Hearts selanjutnya meluncur.

Kingdom Hearts: Melody of Memory mengambil alih timeline sehabis ending Kingdom Hearts 3. Dengan kondisi Sora yang tiba-tiba menghilang tanpa jejak, Kairi bersama dukungan Ansem the Wise, berusaha mencari clue bersama menyelami lagi memori miliknya sendiri. Kairi yakin bahwa melalui jalinan dan kedekatan keduanya, memori yang tersimpan akan setidaknya memberi tambahan jawaban misteri kemana perginya Sora. Seperti terjun masuk ke dalam garis nostalgia yang telah terjadi selama belasan tahun, Anda akan ikuti lagi perjalanan Sora sejak Kingdom Hearts pertama, tapi kini melalui aksi simpel dan baris-baris nada.

Lantas, mampukah Kairi mendapatkan wejangan soal lokasi Sora selagi ini? Tantangan seperti apa saja yang kudu ia lalui selagi tenggelam dalam dunia mimpi ini? Apakah Melody of Memory ini termasuk akan memberi tambahan jawaban untuk misteri-misteri belum terjawab Kingdom Hearts, lebih-lebih dari seri ketiga? Semua jawaban dari pertanyaan ini pasti saja dapat Anda dapatkan bersama memainkan judi game kartu Kingdom Hearts: Melody of Memory ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *