Tidak tersedia lagi yang bisa kami melaksanakan tak hanya menambahkan puja-puji yang sesungguhnya pantas diarahkan kepada Tarsier Studios atas kesuksesan mereka mencuri hati kami melalui sesi fasilitas preview pertama yang sempat mereka buka untuk Little Nightmares II. Di demo pertama tersebut, kami berkesempatan untuk menjajal level Hospital yang fantastis, dimana kengerian dibangun tidak hanya melalui jump-scare, tapi juga melalui paduan musik, kesunyian, dan atmosfer yang secara keseluruhan sesungguhnya siap untuk membuat bulu kuduk Anda merinding. Ditambah bersama kondisi yang tetap tercipta genting, tidak tersedia kecurigaan di hati lagi untuk mengantisipasi rilis penuh Little Nightmares II dalam selagi dekat ini.

Little Nightmares 2  Kengerian Yang Menyeramkan

Seolah tidak lumayan bersama level Hospital tersebut, Bandai Namco dan Tarsier Studios lagi sediakan demo baru Little Nightmares II untuk dinikmati oleh para media. Berbeda bersama demo pertama yang berfokus pada level Hospital, demo kedua ini merupakan sesi gameplay panjang dari awal permainan – Wilderness sampai ke area seterusnya – School. Walaupun apa yang bisa Anda melaksanakan tidak banyak berlainan dari demo sebelumnya, kesempatan untuk nikmati sesi permainan panjang seperti ini ternyata meninggalkan insight baru soal apa yang hendak di tawarkan oleh Little Nightmares II.

Lantas, bersama demo Wilderness dan School yang kami jajal, seperti apa impresi ekstra yang kami bisa dari Little Nightmares II ini?

Kesan Dunia Yang Menjadi Lebih Besar

Gamer yang nikmati Little Nighmares pertama sepertinya memahami betapa kuatnya kesan bahwa dunia misterius yang menjadi “arena bermain” Anda di selagi itu – The Maw, sesungguhnya meninggalkan kesan kuat sebuah lokasi yang tertutup. Bahwa Anda terlilit di sebuah lokasi yang terbatas, yang untungnya terbagi ke dalam lebih dari satu tingkat berlainan bersama masing-masing mengusung tema dan monster utama yang berbeda-beda. Yang dilakukan oleh Little Nightmares II adalah menambahkan Anda lebih banyak lore soal dunia yang ia usung secara keseluruhan. Bahwa tersedia misteri yang jauh lebih besar daripada sekadar The Maw itu sendiri.

Kesan ini telah Anda dapatkan sejak pakai Mono di level pertama – Wilderness, yang juga berperan sebagai misi prolog dan tutorial di selagi yang sama. Bahwa seperti halnya game misterius lain – INSIDE, Anda memahami bahwa skala misteri yang Anda menghadapi adalah sesuatu yang lazim dan tersebar di seluruh sudut. Di Wilderness, ia menyeruak melalui aksi sifat raksasa bersenjatakan shotgun bernama “Hunter” yang gemar mengoyak tubuh binatang buruannya. Hutan, rumput, dan binatang ternyata eksis di dunia Little Nightmares itu sendiri. Area sama dimana makhluk kecil seperti Mono dan Six juga hidup di dalam dunia yang sama.

Jika Anda berhasil melampaui Wilderness, kesan soal dunia besar dan cita rasa eksplorasi lebih kuat daripada sekadar bisnis “melarikan diri” yang melekat di seri pertama bakal menyeruak. Anda bakal berjumpa bersama sebuah kota besar berisikan gedung-gedung tinggi bernama “Pale City” yang bakal menjadi area bermain judi selanjutnya, dimana Mono dan Six bakal bergerak dari satu lokasi besar ke lokasi besar yang lain. Salah satunya, pasti saja stage School (Sekolah) yang bakal kami bicarakan nanti. Anda bakal menjadi memahami bahwa apa pun yang berjalan di The Maw pada mulanya bukanlah perihal yang eksklusif berjalan di lokasi itu saja. Dunia yang diusung Little Nightmares II, seperti namanya, adalah sebuah mimpi jelek besar yang singgah tanpa jawaban.

Satu yang menarik, terutama bagaimana mereka menentukan Wilderness sebagai stage pertama yang lantas diikuti progress pergerakan ke lokasi kota, kami agak sulit untuk mengesampingkan cita rasa sama bersama apa yang di tawarkan oleh game misterius lain – INSIDE. Walaupun tidak memahami apakah Tarsier Studios sesungguhnya tersinpirasi dari game racikan PlayDead Games tersebut atau tidak, tapi pergerakan progress lokasi yang diusung bakal membuat gamer-gamer yang sempat mencicipi INSIDE menjadi familiar. Untungnya, identitas uniknya yang singgah dari mekanik gameplay dan desain sifat bertahan di sana.

Sebuah Kritikan Sosial

Satu perihal yang pantas dicatat dari sesi demo Hospital yang sempat kami jajal dan pasti saja Wilderness yang tersedia di demo kali ini, tidak tersedia satupun dari keduanya yang seperti halnya Little Nightmares pertama, singgah bersama konten yang sarat kritik sosial. Seperti yang kami tahu, tersedia visualisasi yang lumayan memahami di The Maw, terutama soal bagaimana ia memotret memahami keserakahan umat manusia yang tetap tidak dulu senang meskipun telah hidup berlebihan. Hal tersebut dipotret melalui visualisasi makanan yang menumpuk, para monster yang terlihat tak dulu bisa berhenti makan, dan juga ruangan yang kotor dan jijik di tidak benar satu sesi permainan. Tentu tersedia pertanyaan besar, apakah Little Nightmares II bakal mengusung rancangan serupa?

Jawaban tersebut selanjutnya terjawab di sesi School yang berujung kami jajal. Dari mekanik gameplay, bersama kehadiran Six yang selanjutnya menemani perjalanan si sifat protagonis baru – Mono, ia tidak menawarkan banyak mekanik yang berlainan dari sesi demo Hospital kami. Yang membuat demo School ini menarik, seperti yang kami bicarakan, adalah tema sarat kasus sosial yang tercermin melalui gerak-gerik monster yang Anda temui sampai sekadar atmosfer dan desain area yang diusung.

Di level sekolah ini, Anda bakal berjumpa bersama monster guru “killer” yang begitu tegas edukatif para muridnya yang dicitrakan bak boneka bersama kepala tembikar yang begitu rapuh. Guru monster yang bisa memanjangkan kepalanya ini tidak menambahkan area bagi kesalahan, gangguan, ataupun keteledoran sekecil apapun. Namun terlepas dari seluruh perihal yang telah ia lakukan, perjalanan Anda bakal mempunyai Anda memandang bagaimana sikap-sikap murid ini begitu mereka jauh dari figur otoritas ini. Seperti insting binatang yang mendominasi, kekacauan, kehancuran, dan bisnis untuk saling menghancurkan satu sama lain langsung mengambil alih alih. Sebuah pemandangan yang lumayan mewakili banyak sistem pendidikan di dunia.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *