Kontroversial, memancing cemooh di awal rilis, tapi selalu berakhir sukses dan jadi pondasi untuk sebuah franchise yang konsisten melahirkan sebuah seri baru, apa yang sukses dicapai oleh Ubisoft bersama dengan seri Watch Dogs sebenarnya jadi panorama yang menarik. Di “semesta” game open-world yang disaat itu didominasi oleh konsep pertempuran gang atau ragam aksi kriminal, Watch Dogs justru menjadikan konsep teknologi sebagai basis mekanik permainan. Berperan sebagai hacker yang kebetulan punya kebolehan tarung tangan kosong dan senjata api yang sama mumpuninya, ragam keterbatasan yang terlihat di seri pertama langsung dibenahi di Watch Dogs 2. Kini inovasi bergerak lebih jauh melalui seri paling baru yang kelanjutannya tersedia di pasaran – Watch Dogs Legion.

Anda yang telah membaca artikel preview kami pada mulanya sepertinya telah punya sedikit uraian apa yang di tawarkan oleh Watch Dogs Legion ini. Kami tidak curiga untuk mengutarakan rasa terpesona kami untuk sistem rekrut sifat NPC yang ternyata tidak berakhir jadi gimmick. Caranya menangani begitu banyak elemen bersama dengan sistem procedural generation menghasilkan pengalaman game open-world yang secara menakjubkan, selalu terasa koheren, bahkan untuk misi kecil dan sampingan di luar cerita utama yang ada. Yang paling menakjubkan? Tentu saja sistem selayaknya Nemesis System di Shadow of Mordor, dimana karakter-karakter NPC yang sempat bersinggungan ternyata dapat punya jalinan mereka sendiri.

Kompak Bersama, Sendirian Tetap Seru

Lantas, apa yang sebenarnya di tawarkan oleh Watch Dogs Legion? Mengapa kami menyebutnya sebagai game kartu yang mengusung konsep “bersatu kami teguh,bercerai selalu seru”? Review ini akan membahasnya lebih di dalam untuk Anda.

Menjadikan teknologi sebagai tema utama, Anda kini akan berhadapan bersama dengan London di era depan, yang tetap datang bersama dengan konsep futuristik rasional yang tetap mengakar terhadap kenyataan. Di London, “kebebasan” jadi sebuah konsep semua yang kini harus diperjuangkan oleh kelompok hacker ternama yang jadi bintang Watch Dogs – DedSec. Semuanya bermula dari sebuah perihal terror nan menyeramkan.

Di satu malam, London tiba-tiba diserang. Sosok misterius bernama “Zero Day” sukses menempatkan sebagian peledak di beragam lokasi perlu di dalam keadaan aktif. DedSec melalui salah satu agennya – Dalton Wolfe berupaya untuk menetralisir tiap tiap darinya tapi menemukan fakta bahwa konsep peledakan jauh lebih besar dari apa yang diprediksi oleh DedSec. London ricuh, banyak tokoh perlu tewas, ragam landmark luluh lantak, dan ketidakpastian menyeruak. Di sedang keadaan layaknya ini, DedSec dijebak dan lantas diumumkan sebagai kambing hitam dari aksi terror yang satu ini.

Kondisi ini lantas mendorong sebuah perusahaan keamanan bernama Albion menempatkan diri sebagai “penyelamat”. Mereka membangun beragam sistem berbasis teknologi untuk menjadikan total kota London di bawah pengawasan penuh, tentu saja, bersama dengan dalih untuk menangkap DedSec dan menghambat aksi terror yang sama berlangsung di era depan. DedSec yang sempat kocar-kacir kini berupaya untuk kembali tampil relevan. Dengan bantuan tim inti – Sabine Brandt dan AI super pandai – Bagley yang aktif kembali, DedSec melacak momentum. Misi utama mereka? Melonggarkan kekuasaan Albion sekaligus mengutarakan misteri siapa yang sebenarnya bertanggung jawab untuk terror tersebut.

Lantas, siapa sebenarnya Zero Day ini? Apakah ia terkait bersama dengan naiknya popularitas dan kekuasaan Albion di London? Mampukah DedSec memecahkan misteri ini? Semua jawaban dari pertanyaan ini tentu saja dapat Anda dapatkan bersama dengan memainkan Watch Dogs Legion ini.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *