Little Nightmares 2 Kengerian Yang Menyeramkan

Tidak tersedia lagi yang bisa kami melaksanakan tak hanya menambahkan puja-puji yang sesungguhnya pantas diarahkan kepada Tarsier Studios atas kesuksesan mereka mencuri hati kami melalui sesi fasilitas preview pertama yang sempat mereka buka untuk Little Nightmares II. Di demo pertama tersebut, kami berkesempatan untuk menjajal level Hospital yang fantastis, dimana kengerian dibangun tidak hanya melalui jump-scare, tapi juga melalui paduan musik, kesunyian, dan atmosfer yang secara keseluruhan sesungguhnya siap untuk membuat bulu kuduk Anda merinding. Ditambah bersama kondisi yang tetap tercipta genting, tidak tersedia kecurigaan di hati lagi untuk mengantisipasi rilis penuh Little Nightmares II dalam selagi dekat ini.

Little Nightmares 2  Kengerian Yang Menyeramkan

Seolah tidak lumayan bersama level Hospital tersebut, Bandai Namco dan Tarsier Studios lagi sediakan demo baru Little Nightmares II untuk dinikmati oleh para media. Berbeda bersama demo pertama yang berfokus pada level Hospital, demo kedua ini merupakan sesi gameplay panjang dari awal permainan – Wilderness sampai ke area seterusnya – School. Walaupun apa yang bisa Anda melaksanakan tidak banyak berlainan dari demo sebelumnya, kesempatan untuk nikmati sesi permainan panjang seperti ini ternyata meninggalkan insight baru soal apa yang hendak di tawarkan oleh Little Nightmares II.

Lantas, bersama demo Wilderness dan School yang kami jajal, seperti apa impresi ekstra yang kami bisa dari Little Nightmares II ini?

Kesan Dunia Yang Menjadi Lebih Besar

Gamer yang nikmati Little Nighmares pertama sepertinya memahami betapa kuatnya kesan bahwa dunia misterius yang menjadi “arena bermain” Anda di selagi itu – The Maw, sesungguhnya meninggalkan kesan kuat sebuah lokasi yang tertutup. Bahwa Anda terlilit di sebuah lokasi yang terbatas, yang untungnya terbagi ke dalam lebih dari satu tingkat berlainan bersama masing-masing mengusung tema dan monster utama yang berbeda-beda. Yang dilakukan oleh Little Nightmares II adalah menambahkan Anda lebih banyak lore soal dunia yang ia usung secara keseluruhan. Bahwa tersedia misteri yang jauh lebih besar daripada sekadar The Maw itu sendiri.

Kesan ini telah Anda dapatkan sejak pakai Mono di level pertama – Wilderness, yang juga berperan sebagai misi prolog dan tutorial di selagi yang sama. Bahwa seperti halnya game misterius lain – INSIDE, Anda memahami bahwa skala misteri yang Anda menghadapi adalah sesuatu yang lazim dan tersebar di seluruh sudut. Di Wilderness, ia menyeruak melalui aksi sifat raksasa bersenjatakan shotgun bernama “Hunter” yang gemar mengoyak tubuh binatang buruannya. Hutan, rumput, dan binatang ternyata eksis di dunia Little Nightmares itu sendiri. Area sama dimana makhluk kecil seperti Mono dan Six juga hidup di dalam dunia yang sama.

Jika Anda berhasil melampaui Wilderness, kesan soal dunia besar dan cita rasa eksplorasi lebih kuat daripada sekadar bisnis “melarikan diri” yang melekat di seri pertama bakal menyeruak. Anda bakal berjumpa bersama sebuah kota besar berisikan gedung-gedung tinggi bernama “Pale City” yang bakal menjadi area bermain judi selanjutnya, dimana Mono dan Six bakal bergerak dari satu lokasi besar ke lokasi besar yang lain. Salah satunya, pasti saja stage School (Sekolah) yang bakal kami bicarakan nanti. Anda bakal menjadi memahami bahwa apa pun yang berjalan di The Maw pada mulanya bukanlah perihal yang eksklusif berjalan di lokasi itu saja. Dunia yang diusung Little Nightmares II, seperti namanya, adalah sebuah mimpi jelek besar yang singgah tanpa jawaban.

Satu yang menarik, terutama bagaimana mereka menentukan Wilderness sebagai stage pertama yang lantas diikuti progress pergerakan ke lokasi kota, kami agak sulit untuk mengesampingkan cita rasa sama bersama apa yang di tawarkan oleh game misterius lain – INSIDE. Walaupun tidak memahami apakah Tarsier Studios sesungguhnya tersinpirasi dari game racikan PlayDead Games tersebut atau tidak, tapi pergerakan progress lokasi yang diusung bakal membuat gamer-gamer yang sempat mencicipi INSIDE menjadi familiar. Untungnya, identitas uniknya yang singgah dari mekanik gameplay dan desain sifat bertahan di sana.

Sebuah Kritikan Sosial

Satu perihal yang pantas dicatat dari sesi demo Hospital yang sempat kami jajal dan pasti saja Wilderness yang tersedia di demo kali ini, tidak tersedia satupun dari keduanya yang seperti halnya Little Nightmares pertama, singgah bersama konten yang sarat kritik sosial. Seperti yang kami tahu, tersedia visualisasi yang lumayan memahami di The Maw, terutama soal bagaimana ia memotret memahami keserakahan umat manusia yang tetap tidak dulu senang meskipun telah hidup berlebihan. Hal tersebut dipotret melalui visualisasi makanan yang menumpuk, para monster yang terlihat tak dulu bisa berhenti makan, dan juga ruangan yang kotor dan jijik di tidak benar satu sesi permainan. Tentu tersedia pertanyaan besar, apakah Little Nightmares II bakal mengusung rancangan serupa?

Jawaban tersebut selanjutnya terjawab di sesi School yang berujung kami jajal. Dari mekanik gameplay, bersama kehadiran Six yang selanjutnya menemani perjalanan si sifat protagonis baru – Mono, ia tidak menawarkan banyak mekanik yang berlainan dari sesi demo Hospital kami. Yang membuat demo School ini menarik, seperti yang kami bicarakan, adalah tema sarat kasus sosial yang tercermin melalui gerak-gerik monster yang Anda temui sampai sekadar atmosfer dan desain area yang diusung.

Di level sekolah ini, Anda bakal berjumpa bersama monster guru “killer” yang begitu tegas edukatif para muridnya yang dicitrakan bak boneka bersama kepala tembikar yang begitu rapuh. Guru monster yang bisa memanjangkan kepalanya ini tidak menambahkan area bagi kesalahan, gangguan, ataupun keteledoran sekecil apapun. Namun terlepas dari seluruh perihal yang telah ia lakukan, perjalanan Anda bakal mempunyai Anda memandang bagaimana sikap-sikap murid ini begitu mereka jauh dari figur otoritas ini. Seperti insting binatang yang mendominasi, kekacauan, kehancuran, dan bisnis untuk saling menghancurkan satu sama lain langsung mengambil alih alih. Sebuah pemandangan yang lumayan mewakili banyak sistem pendidikan di dunia.

Assassin’s Creed Valhalla Kembalinya Sang Penjarah

Tidak ulang mengusung proses rilis tahunan dan menambahkan sedikit ruang napas bagi tim developer untuk meracik seri paling baru sebetulnya menambahkan kontribusi yang positif bagi franchise tenar milik Ubisoft – Assassin’s Creed. Inovasi yang ditelurkan melalui seri Origins sebagian th. yang lalu, khususnya melalui pendekatan visual dan mekanik yang lebih kental ke action RPG ternyata disambut positif oleh banyak gamer. Angka penjualan fantastis menjadi bukti nyata, yang kemudian diikuti bersama lebih banyak Assassin’s Creed yang mengusung konsep yang serupa. Yang paling baru siap membawa Anda ke perjalanan bangsa Viking yang tentu saja, termasuk menawarkan sebagian hal baru di dalamnya. Benar sekali, kita tengah bicara soal Assassin’s Creed Valhalla.

Assassin’s Creed Valhalla Kembalinya Sang Penjarah

Anda yang udah sempat membaca artikel preview kita di awalnya sepertinya udah memiliki deskripsi soal apa yang di tawarkan oleh seri Assassin’s Creed Valhalla ini. Untuk mewakili sepak terjang bangsa Viking yang sebetulnya sempat “singgah” di Inggris tersebut, Valhalla menawarkan proses settlement yang kini menjadi basis gameplay loop. Bahwa alih-alih sekadar berpetualang dan menjalankan misi pembunuhan atas nama cerita, Anda kini memiliki “rumah” yang mampu Anda kembangkan. Lewatnya pula, sebagian event penting, baik yang diposisikan sebagai cerita utama ataupun sampingan mampu mengemuka. Valhalla termasuk membawa ulang peluang menang judi untuk melaksanakan aksi one-hit kill kala melaksanakan assassination, fitur yang sempat hilang di seri sebelumnya.

Lantas, apa yang sebetulnya di tawarkan oleh Assassin’s Creed Valhalla ini? Mengapa kita menyebutnya sebagai seri yang siap membawa Anda masuk ke di dalam saga sang penjarah? Review ini bakal membahasnya lebih di dalam untuk Anda.

Plot Yang Menengangkan

Seperti di seri jaman lalu, cerita Assassin’s Creed Valhalla berpusat pada dua cii-ciri yang saling mengakses satu mirip lain. Di jaman modern adalah Layla Hassan yang terus melacak solusi tentang persoalan gelombang elektromagnetik bumi yang berpotensi menghasilkan kiamat kecil yang baru. Kembali gunakan Animus, kali ini ia bakal menjelajahi hidup seorang pejuang Viking bernama Eivor yang diyakini, memiliki kunci solusi untuknya.

Eivor sendiri adalah seorang pejuang Viking yang diangkat anak oleh Styrbjorn – keliru satu raja klan di Norwegia yang termasuk memiliki anak laki-laki lain, Sigurd. Kecewa bersama ketetapan sang papa yang memastikan untuk menyerah pada raja baru atas nama damai alih-alih berperang, Sigurd pun mengajak Eivor untuk mengawali kerajaan mereka sendiri di Inggris. Beranggotakan para anggota klan yang share sentimen yang sama, Sigurd termasuk ditemani oleh duo Assassin – Bashim dan Hytham yang ada sebagai kawan sejak petualangannya di Konstantinopel. Namun layaknya yang mampu diprediksi, perjalanan melacak dan membangun “rumah” baru ini tidaklah mudah.

Sebagai tangan kanan andalan Sigurd, menjadi tugas Eivor untuk memastikan bahwa proses ini berjalan selancar dan sedamai mungkin. Aksi lobi untuk datang ke kerajaan-kerajaan kecil di sekitar settlement atas nama melacak dukungan, sekaligus memperkenalkan diri, menjadi tanggung jawab Eivor. Namun di sisi lain, Eivor termasuk perlu berhadapan bersama sebuah konflik internal yang tidak mampu ia kesampingkan begitu saja. Sang peramal di dalam klan – Valka sejak awal udah memperingatkan Eivor bahwa di satu titik di dalam perjalanannya, ia bakal berujung mengkhianati Sigurd, saudara angkatnya sendiri. Perjalanan Eivor termasuk pelan tetapi tentu mengungkap eksistensi sebuah organisasi belakang layar yang sepertinya memiliki misinya sendiri di tiap-tiap kerajaan.

Lantas, tantangan layaknya apa yang perlu dihadapi oleh Eivor? Apakah ia sebetulnya bakal berakhir mengkhianati Sigurd? Mampukah settlement ini berujung tumbuh di dalam kedamaian? Bagaimana cerita ini kemudian terikat pada konsep Assassin – Templar itu sendiri?

Fenyx Rising Antara Dewa dan Monster

Perhatian untuk proyek yang satu ini sebetulnya termasuk besar dikala Ubisoft memperkenalkanya pertama kali ke publik di E3 2019 yang lalu. Seperti yang kami tahu, Ubisoft termasuk keliru satu publisher yang sebetulnya tidak kuatir untuk mengeksplorasi sebuah judul baru dan membangun franchise dari sana kalau ia terbukti berhasil di pasaran. Game yang sempat mengusung nama “Gods & Monsters” tersebut keluar layaknya jawaban Ubisoft untuk game bergaya Legend of Zelda, yang melalui seri Breath of the Wild, sebetulnya merevolusi pendekatan game open-world bersama dengan elemen elemen eksplorasi yang kuat. Penantian selama 1,5 tahun, bersama dengan perubahan nama jadi Immortals Fenyx Rising tersebut pada akhirnya berakhir. Kesempatan untuk menjajalnya secara segera pada akhirnya tiba!

Fenyx Rising Antara Dewa dan Monster

Kesan Pertama Kali Memainkannya

Untuk pertama kalinya, kami jadi bahwa alih-alih diarahkan kepada Genshin Impact berkenaan kontroversi “meminjam” banyak elemen Breath of the Wild, asosiasi tersebut sepertinya lebih pantas diarahkan kepada Immortals Fenyx Rising. Bahwa sejak awal permainan, Anda bakal mampu merasakan bahwa memahami Ubisoft sangat terinspirasi bersama dengan apa yang berhasil dicapai Nintendo di game tersebut. Immortals Fenyx Rising menawarkan pengalaman yang hampir serupa, walau tidak ada bersama dengan sistem physics yang mirip kompleks-nya. Di sisi yang lain, Anda termasuk mampu lihat bagaimana rancangan tersebut lantas dilebur ke dalam sebagian identitas Assassin’s Creed, game open-world ternama mereka yang lain.

Hasilnya adalah sebuah game open-world bersama dengan cita rasa kartun yang bakal jadi familiar, untuk Anda yang sempat memainkan Breath of the Wild dan Assassin’s Creed. Dunia berbasis mitologi Yunani yang ditawarkan Immortals Fenyx Rising menawarkan sebuah dunia luas yang menarik untuk dieksplorasi, lengkap bersama dengan sistem reward yang sepadan. Akan tersedia banyak point menarik tersebar di begitu banyak titik, yang mampu berisikan pertarungan melawan monster, tantangan yang bakal menguji koordinasi mata tangan Anda, atau dungeon berisikan puzzle yang butuh ekstra kerja keras otak untuk diselesaikan. Tentu saja, cerita bergerak melalui misi-misi utama yang bakal keluar dalam wujud ikon, khas Ubisoft.

istem pertarungannya sendiri bakal mengingatkan Anda terhadap pendekatan yang diusung oleh setidaknya sebagian seri Assassin’s Creed terakhir. Walaupun Anda tidak bakal mendapatkan hidden blade dan aksi bunuh satu kali tusuk bersama dengan tujuan spesifik, Anda bakal berjumpa bersama dengan rancangan action RPG serupa. Aksi pertarungan Pemain Judi melee diwakili oleh dua buah senjata, bersama dengan sistem block dan stun-bar yang mampu dieksploitasi untuk membuka kelemahan musuh. Anda yang mempunyai timing menghindar yang baik termasuk bakal mampu menyebabkan aksi slow-motion, yang artinya peluang untuk memasukkan lebih banyak serangan fisik dan skill ber-damage besar yang menguras stamina. Stamina mirip yang dibutuhkan untuk aksi memanjat, berenang, dan gliding yang termasuk tersedia di sini.

Immortals Fenyx Rising, di setidaknya 10 jam pertama kami bermain, sebetulnya bukanlah game open-world yang begitu unik dan berbedanya, hingga tidak pernah tersedia game yang mirip di dunia ini. Ada banyak elemen yang bakal menyebabkan Anda jadi “di rumah” kalau Anda sebetulnya mencintai game open-world. Satu perihal yang menarik justru datang dari narasi plot utama yang alih-alih di sajikan serius, datang bersama dengan pendekatan kartun yang kental. Ada begitu banyak humor, tersedia begitu banyak homage untuk kultur pop lain dari God of War hingga film Iron Giant, tersedia pula dialog-dialog yang sia untuk menyebabkan Anda dari sekadar tersenyum hingga tertawa. Setidaknya narasi layaknya ini mampu sedikit mengobati sedikit potensi rasa repetisi yang sebetulnya rentan keluar dari mekanik layaknya ini

Sembari menanti kala yang lebih proposional untuk jalankan review, mengingat kami sepertinya masih jauh dari kata selesai untuk mengeksplorasi dunia dan menyelesaikan cerita yang ia usung, izinkan kami melemparkan segudang screenshot fresh from oven untuk menopang Anda mendapatkan gambaran apa itu Immortals Fenyx Rising. Saatnya berburu monster-monster Yunani!

Genshin Impact Gatcha Mengadu Hoki dan Inovasi

Berapa banyak berasal dari Anda yang pas ini tengah sibuk memainkan sebuah game yang lahir berasal dari developer asal Tiongkok? Untuk mereka yang menjadikan perangkat mobile sebagai “mesin gaming” sehari-hari, menikmati game asal developer tirai bambu berikut pasti bukan lagi pemandangan yang asing, lebih-lebih bersama kecenderungan lahirnya game-game berbasis gacha bersama konten waifu yang bersama mudahnya bakal membuat Anda terkecoh seolah-olah ia lahir berasal dari tangan dingin developer Jepang. Di antara barisan tersebtu adalah Mihoyo, yang popularitasnya lahir dan meroket melalui game action Honkai Impact 3rd yang kini tetap memiliki basis komunitas yang aktif. Namun melalui kelahiran proyek teranyar mereka lah – Genshin Impact, Mihoyo melangkah ke level selanjutnya.

Genshin Impact Gatcha Mengadu Hoki dan Inovasi

Anda yang sudah membaca artikel preview kita sebelumnya pasti sudah memiliki sedikit gambaran apa yang hendak ditawarkan oleh Genshin Impact. Didistribusikan didalam format free to play bersama elemen gacha sebagai salah satu motor monetisasi, kita cukup terkejut bersama mutu yang ia usung. Ada apresiasi lebih bagaimana proses gacha yang ia usung tidak lantas membuat konten terkunci di baliknya, di mana Anda selamanya memiliki opsi untuk mengfungsikan cii-ciri yang “digratiskan” untuk merampungkan cerita yang ada. Ia juga mampir bersama mekanik game action RPG yang solid dan benar-benar sanggup dinikmati, lebih-lebih bersama ekstra susunan trick berbasis serangan elemen yang ia usung. Genshin Impact tidak sanggup dipungkiri, meninggalkan kesan pertama yang positif untuk kami.

Game Yang Selalu Berinovasi dan Menguji Hoki

Lantas, apa yang memang ditawarkan oleh Genshin Impact ini? Mengapa kita menyebutnya sebagai game yang tawarkan sebuah inovasi dan adiksi didalam aksi uji hoki? Review ini bakal membahasnya lebih didalam untuk Anda.

Sebelum kita berbicara jauh soal plot Genshin Impact, tersedia satu hal yang perlu kita tegaskan lebih-lebih dahulu, bahwa secara rancangan game judi online ini sanggup disebut mengaplikasikan rancangan Games as a Service. Jadi alih-alih segera berhadapan bersama sebuah kisah yang segera rampung, cerita bakal bergerak bersama bersama ditambahnya konten via update di masa depan. Genshin Impact adalah cerita yang bakal membesar bersama bersama waktu.

Ceritanya diambil alih berasal dari perspektif cii-ciri utama yang lebih sering disebut sebagai Traveler. Di satu titik, didalam pertarungannya melawan sebuah dewa misterius berasal dari dunia lain bersama hasil berujung kekalahan, dua kakak-beradik Traveler – Aether dan Lumine pun perlu terpisah dan terdampar di sebuah dunia yang baru yang disebut sebagai Teyvat. Siapapun cii-ciri yang Anda pilih, sang cii-ciri utama bakal ditemani oleh sebuah entitas sama peri yang bakal konsisten menemaninya bernama Paimon. Sang Traveler pun kini memiliki tugas berat untuk tidak hanya mempelajari dan memahanmi Teyvat, namun juga mencari clue di mana posisi saudaranya yang terpisah.

Berapa banyak berasal dari Anda yang pas ini tengah sibuk memainkan sebuah game yang lahir berasal dari developer asal Tiongkok? Untuk mereka yang menjadikan perangkat mobile sebagai “mesin gaming” sehari-hari, menikmati game asal developer tirai bambu berikut pasti bukan lagi pemandangan yang asing, lebih-lebih bersama kecenderungan lahirnya game-game berbasis gacha bersama konten waifu yang bersama mudahnya bakal membuat Anda terkecoh seolah-olah ia lahir berasal dari tangan dingin developer Jepang. Di antara barisan tersebtu adalah Mihoyo, yang popularitasnya lahir dan meroket melalui game action Honkai Impact 3rd yang kini tetap memiliki basis komunitas yang aktif. Namun melalui kelahiran proyek teranyar mereka lah – Genshin Impact, Mihoyo melangkah ke level selanjutnya.

Anda yang sudah membaca artikel preview kita sebelumnya pasti sudah memiliki sedikit gambaran apa yang hendak ditawarkan oleh Genshin Impact. Didistribusikan didalam format free to play bersama elemen gacha sebagai salah satu motor monetisasi, kita cukup terkejut bersama mutu yang ia usung. Ada apresiasi lebih bagaimana proses gacha yang ia usung tidak lantas membuat konten terkunci di baliknya, di mana Anda selamanya memiliki opsi untuk mengfungsikan cii-ciri yang “digratiskan” untuk merampungkan cerita yang ada. Ia juga mampir bersama mekanik game action RPG yang solid dan benar-benar sanggup dinikmati, lebih-lebih bersama ekstra susunan trick berbasis serangan elemen yang ia usung. Genshin Impact tidak sanggup dipungkiri, meninggalkan kesan pertama yang positif untuk kami.

Lantas, apa yang memang ditawarkan oleh Genshin Impact ini? Mengapa kita menyebutnya sebagai game yang tawarkan sebuah inovasi dan adiksi didalam aksi uji hoki? Review ini bakal membahasnya lebih didalam untuk Anda.

Sebelum kita berbicara jauh soal plot Genshin Impact, tersedia satu hal yang perlu kita tegaskan lebih-lebih dahulu, bahwa secara rancangan game ini sanggup disebut mengaplikasikan rancangan Games as a Service. Jadi alih-alih segera berhadapan bersama sebuah kisah yang segera rampung, cerita bakal bergerak bersama bersama ditambahnya konten via update di masa depan. Genshin Impact adalah cerita yang bakal membesar bersama bersama waktu.

Ceritanya diambil alih berasal dari perspektif cii-ciri utama yang lebih sering disebut sebagai Traveler. Di satu titik, didalam pertarungannya melawan sebuah dewa misterius berasal dari dunia lain bersama hasil berujung kekalahan, dua kakak-beradik Traveler – Aether dan Lumine pun perlu terpisah dan terdampar di sebuah dunia yang baru yang disebut sebagai Teyvat. Siapapun cii-ciri yang Anda pilih, sang cii-ciri utama bakal ditemani oleh sebuah entitas sama peri yang bakal konsisten menemaninya bernama Paimon. Sang Traveler pun kini memiliki tugas berat untuk tidak hanya mempelajari dan memahanmi Teyvat, namun juga mencari clue di mana posisi saudaranya yang terpisah.

Teyvat sendiri adalah sebuah wilayah besar yang terbagi ke didalam setidaknya 7 negara berbeda, yang masing-masing didasarkan pada elemen khusus bersama pemujaan pada sosok Archon yang mewakilinya. Pada pas artikel liat ini ditulis, ceritanya hanya memuat dua region saja – Mondstadt yang mengusung elemen Anemo (angin) bersama arsitektur bergaya Eropa yang lebih kental serta Liyue berbasis elemen Earth (tanah) bersama pendekatan budaya yang lebih mengacu pada Tiongkok. Masing-masing wilayah bakal datang bersama konflik terpisah yang kebanyakan terjalin bersama Archon yang membawahi setiap berasal dari mereka.

Lantas, konflik layaknya apa yang perlu dihadapi oleh sang Traveler di Mondstadt dan Liyue? Mampukah ia mengatasinya? Karakter-karakter layaknya apa saja yang ia temui?

COD Black Ops Cold War Konflik dan Perang Tiada Akhir

Akhir th. di industri game bermakna nikmati ulang seri terbaru Call of Duty yang sedang dipersiapkan Activision. Tahun 2020 memang terhitung th. yang unik dan istimewa untuk rutinitas yang satu ini, mengingat dua hal: pertama, kehadiran konsol generasi selanjutnya. Kedua? Ia menabrak siklus tiga developer karena Sledgehammer Games slot yang dikabarkan sedang mengalami kasus internal dipastikan tidak menanggulangi seri th. ini. Tanggung jawab selanjutnya diserahkan kepada Treyarch yang lantas menjawab tantangan selanjutnya bersama Call of Duty: Black Ops Cold War, sebuah seri sekuel langsung berasal dari seri klasiknya. Hasilnya? Fantastis!

COD Black Ops Cold War Konflik dan Perang Tiada Akhir

Kesan Pertama

Tidak layaknya proyek mereka di awalnya – Call of Duty: Black Ops IV yang menjajakan mode battle-royale dan sama sekali tanpa campaign, Black Ops Cold War datang bersama mode cerita yang tentu saja difavoritkan oleh banyak gamer ini. Ia berfaedah sebagai sekuel langsung berasal dari seri Black Ops perdana, bersama kembalinya cii-ciri ikonik layaknya Woods dan Mason di dalamnya. Berita baiknya? Kisah yang ulang mengusung kisah konspirasi ini ternyata singgah jauh lebih baik berasal dari yang kami harapkan. Salah satunya bersumber berasal dari suntikan banyak ragam mekanik baru, terhitung implementasi puzzle untuk membuka misi sampingan yang terhitung berkenaan kuat bersama cerita utama. Semuanya menyempurna melalui proses pilihan cabang cerita yang apalagi amat mungkin Anda untuk terlihat berasal dari pakem supremasi Amerika.

Sementara berasal dari sisi gameplay, lebih-lebih berasal dari mode campaign, tersedia cita rasa yang lebih membumi dibandingkan seri-seri Call of Duty sebelumnya. Mengingatkan Anda pada seri Black Ops pertama, ia terhitung sepertinya mengetahui apa yang sebabkan seri milik Infinity Ward – Modern Warfare reboot beroleh puja-puji untuk sensasi mode cerita yang ia usung.

Dari sisi visual, peningkatan yang ia tawarkan dibandingkan Modern Warfare memang tidak sanggup dibilang signifikan. Bahkan untuk urusan fitur ray-tracing yang sempat digembar-gemborkan, implementasinya lebih banyak diarahkan untuk simulasi bayangan yang lebih akurat. Tidak tersedia ekstra perhatian untuk proses refleksi yang waktu ini, sepertinya jadi “nyawa” ray-tracing. Oleh karena itu, perlu perhatian ekstra untuk memandang perbedaan dikala fitur ray-tracingnya hidup atau mati di versi PC.

Sembari tunggu waktu yang lebih seimbang untuk jalankan review, apalagi bersama tetap terhitung minimnya waktu gameplay kami untuk mode multiplayer dan terhitung berasal dari fakta kami belum menjajal mode zombie yang khas Treyarch, izinkan kami melemparkan segudang screenshot segar from oven ini untuk mendukung Anda beroleh gambaran apa yang di tawarkan oleh Call of Duty: Black Ops Cold War ini. Satu yang pasti, konspirasi yang ia usung ternyata tidak basi!

Kingdom Hearts – Melody of Memory Nostalgia Masa Kecil

Menyebutnya sebagai tidak benar satu franchise bersama plot paling kompleks memang tidak berlebihan. Sebuah game yang di awal eksistensinya dilirik gara-gara rancangan gila yang berusaha menggabungkan semesta Final Fantasy dan Disney ini pelan tapi pasti, tumbuh bersama benang cerita yang hampir dapat disebut “kusut”. Semakin banyak cii-ciri muncul, makin banyak pihak yang terlibat dalam kisah pertarungan gelap dan terang ini, makin banyak pula garis cerita yang tersebar melalui begitu banyak seri yang sayangnya, termasuk dilepas untuk beragam platform berbeda. Namun untungnya, kesemuanya pada akhirnya meruncing dan rampung di Kingdom Hearts 3, setidaknya untuk saga yang telah terjadi selama bertahun-tahun ini. Pertanyaannya selanjutnya, apa cara selanjutnya untuk Kingdom Hearts?

Kingdom Hearts – Melody of Memory Nostalgia Masa Kecil

Lewat lebih dari satu wawancara yang sempat dijalankan Nomura di masa lalu, kita semua paham bahwa Square Enix selagi ini tidak akan meninggalkan Kingdom Hearts begitu saja. Mereka memastikan bahwa saga terkait tokoh antagonis – Xehanort memang telah rampung, tapi petualangan Sora dkk akan terus berlanjut. Alih-alih segera sebuah seri baru, kita justru berujung disambut sebuah game ritmis berbasikan musik-musik keren Kingdom Hearts, yang kudu diakui, memang selamanya sukses jadi tidak benar satu kekuatan tarik di tiap tiap serinya. Tidak main-main, Square Enix buat persiapan ratusan lagu di dalamnya, hampir dari semua seri yang sempat ada di pasaran sebelumnya.

Lantas, apa yang memang ditawarkan oleh Kingdom Hearts: Melody of Memory ini? Mengapa kita menyebutnya sebagai game yang menawarkan sensasi nostalgia telinga? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot Jalan Cerita

Hadir sebagai game ritmis yang hendak “menjual” musik-musik keren dan ikonik Kingdom Hearts bukan bermakna memicu Square Enix membiarkan sisi plot begitu saja. Seperti langkah yang telah mereka tempuh sebelumnya, bukan cuma menyuntikkan sembarang cerita, Kingdom Hearts: Melody of Memory akan mengusung kisah yang dihitung canon dalam timeline utama. Ini bermakna jikalau Anda melewatkannya, Anda dapat berpotensi kebingungan jikalau seri Kingdom Hearts selanjutnya meluncur.

Kingdom Hearts: Melody of Memory mengambil alih timeline sehabis ending Kingdom Hearts 3. Dengan kondisi Sora yang tiba-tiba menghilang tanpa jejak, Kairi bersama dukungan Ansem the Wise, berusaha mencari clue bersama menyelami lagi memori miliknya sendiri. Kairi yakin bahwa melalui jalinan dan kedekatan keduanya, memori yang tersimpan akan setidaknya memberi tambahan jawaban misteri kemana perginya Sora. Seperti terjun masuk ke dalam garis nostalgia yang telah terjadi selama belasan tahun, Anda akan ikuti lagi perjalanan Sora sejak Kingdom Hearts pertama, tapi kini melalui aksi simpel dan baris-baris nada.

Lantas, mampukah Kairi mendapatkan wejangan soal lokasi Sora selagi ini? Tantangan seperti apa saja yang kudu ia lalui selagi tenggelam dalam dunia mimpi ini? Apakah Melody of Memory ini termasuk akan memberi tambahan jawaban untuk misteri-misteri belum terjawab Kingdom Hearts, lebih-lebih dari seri ketiga? Semua jawaban dari pertanyaan ini pasti saja dapat Anda dapatkan bersama memainkan judi game kartu Kingdom Hearts: Melody of Memory ini.

Watch Dogs Legion Kerbesamaan Yang Kompak

Kontroversial, memancing cemooh di awal rilis, tapi selalu berakhir sukses dan jadi pondasi untuk sebuah franchise yang konsisten melahirkan sebuah seri baru, apa yang sukses dicapai oleh Ubisoft bersama dengan seri Watch Dogs sebenarnya jadi panorama yang menarik. Di “semesta” game open-world yang disaat itu didominasi oleh konsep pertempuran gang atau ragam aksi kriminal, Watch Dogs justru menjadikan konsep teknologi sebagai basis mekanik permainan. Berperan sebagai hacker yang kebetulan punya kebolehan tarung tangan kosong dan senjata api yang sama mumpuninya, ragam keterbatasan yang terlihat di seri pertama langsung dibenahi di Watch Dogs 2. Kini inovasi bergerak lebih jauh melalui seri paling baru yang kelanjutannya tersedia di pasaran – Watch Dogs Legion.

Anda yang telah membaca artikel preview kami pada mulanya sepertinya telah punya sedikit uraian apa yang di tawarkan oleh Watch Dogs Legion ini. Kami tidak curiga untuk mengutarakan rasa terpesona kami untuk sistem rekrut sifat NPC yang ternyata tidak berakhir jadi gimmick. Caranya menangani begitu banyak elemen bersama dengan sistem procedural generation menghasilkan pengalaman game open-world yang secara menakjubkan, selalu terasa koheren, bahkan untuk misi kecil dan sampingan di luar cerita utama yang ada. Yang paling menakjubkan? Tentu saja sistem selayaknya Nemesis System di Shadow of Mordor, dimana karakter-karakter NPC yang sempat bersinggungan ternyata dapat punya jalinan mereka sendiri.

Kompak Bersama, Sendirian Tetap Seru

Lantas, apa yang sebenarnya di tawarkan oleh Watch Dogs Legion? Mengapa kami menyebutnya sebagai game kartu yang mengusung konsep “bersatu kami teguh,bercerai selalu seru”? Review ini akan membahasnya lebih di dalam untuk Anda.

Menjadikan teknologi sebagai tema utama, Anda kini akan berhadapan bersama dengan London di era depan, yang tetap datang bersama dengan konsep futuristik rasional yang tetap mengakar terhadap kenyataan. Di London, “kebebasan” jadi sebuah konsep semua yang kini harus diperjuangkan oleh kelompok hacker ternama yang jadi bintang Watch Dogs – DedSec. Semuanya bermula dari sebuah perihal terror nan menyeramkan.

Di satu malam, London tiba-tiba diserang. Sosok misterius bernama “Zero Day” sukses menempatkan sebagian peledak di beragam lokasi perlu di dalam keadaan aktif. DedSec melalui salah satu agennya – Dalton Wolfe berupaya untuk menetralisir tiap tiap darinya tapi menemukan fakta bahwa konsep peledakan jauh lebih besar dari apa yang diprediksi oleh DedSec. London ricuh, banyak tokoh perlu tewas, ragam landmark luluh lantak, dan ketidakpastian menyeruak. Di sedang keadaan layaknya ini, DedSec dijebak dan lantas diumumkan sebagai kambing hitam dari aksi terror yang satu ini.

Kondisi ini lantas mendorong sebuah perusahaan keamanan bernama Albion menempatkan diri sebagai “penyelamat”. Mereka membangun beragam sistem berbasis teknologi untuk menjadikan total kota London di bawah pengawasan penuh, tentu saja, bersama dengan dalih untuk menangkap DedSec dan menghambat aksi terror yang sama berlangsung di era depan. DedSec yang sempat kocar-kacir kini berupaya untuk kembali tampil relevan. Dengan bantuan tim inti – Sabine Brandt dan AI super pandai – Bagley yang aktif kembali, DedSec melacak momentum. Misi utama mereka? Melonggarkan kekuasaan Albion sekaligus mengutarakan misteri siapa yang sebenarnya bertanggung jawab untuk terror tersebut.

Lantas, siapa sebenarnya Zero Day ini? Apakah ia terkait bersama dengan naiknya popularitas dan kekuasaan Albion di London? Mampukah DedSec memecahkan misteri ini? Semua jawaban dari pertanyaan ini tentu saja dapat Anda dapatkan bersama dengan memainkan Watch Dogs Legion ini.

Little Hope Kengerian ditengah Kesunyian

Di masa lalu, nama Supermassive Games memang lebih melekat dengan nama Sony dengan pendekatan genre interactive story yang unik. Namun hal tersebut berubah selama beberapa tahun terakhir ini, setelah di bawah bendera Bandai Namco, mereka memutuskan untuk mulai mengerjakan game multiplatform. Tidak main-main, Supermassive langsung mengumumkan sebuah proyek ambisius bertajuk The Dark Pictures Anthology yang rencananya akan memuat setidaknya 6 buah game horror berbeda. Ia tetap memuat format game interactive story khas mereka, yang biasanya memuat banyak karakter yang berupaya bertahan hidup bersama-sama, dengan konsekuensi pilihan yang bisa berujung pada kematian instan untuk sang karakter di kala itu juga. Kini sang seri terbaru akhirnya tersedia!

Little Hope Kengerian ditengah Kesunyian

Setelah sukses dengan The Dark Pictures: Man of Medan yang mengambil tema kapal hantu, The Dark Pictures kini datang dengan seri kedua yang mengambil nama “Little Hope”. Dari sekian trailer dan screenshot yang dilepas, ia terlihat mengusung tema supernatural yang jauh lebih kental, dimana karakter-karakter yang diusung terlihat mampu bergerak melintasi waktu, berjuang melawan monster yang tidak akan bisa dijelaskan dengan nalar belaka, dengan misteri yang akan sulit untuk dijabar secara ilmiah. Pendekatan yang terlihat berbeda cukup ekstrim dengan Man of Medan ini tentu saja memancing sedikit rasa penasaran.

Game Kengerian Ditengah Kesunyian

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Little Hope ini? Mengapa kami menyebutnya tampil sebagai game judi online yang “bak bukit sunyi”? Review ini tentu saja akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Salah satu identitas game-game racikan Supermassive, dari Until Dawn hingga Man of Medan di masa lalu selalu berkutat pada aksi terperangkapnya sekelompok orang di tengah situasi horror penuh misteri dengan opsi dan konsekuensi yang biasanya akan mempengaruhi probabilitas setiap dari mereka, untuk keluar dari situasi ini hidup-hidup. Konsep serupa juga tetap akan ditawarkan di Little Hope. Yang membedakannya? Karakter dan tema.

Dengan narasi yang tetap disajikan oleh karakter benang merah – The Curator, Anda kini akan menyelami kisah sekelompok mahasiswa bersama dengan sang dosen yang terperangkap di sebuah desa berkabut penuh misteri bernama The Little Hope. Mereka tidak merencanakan hal tersebut, hanya saja bus yang mereka tumpangi berujung terbalik dan membuat mereka terdampar di sana. Adalah Andrew, Angela, Taylor, Daniel, dan dosen mereka – John yang terjebak di sini. Seperti yang bisa diprediksi, Little Hope memang bukan kota biasa. Hanya butuh waktu beberapa menit sebelum mereka menemukan beragam keanehan di luar nalar.

Mereka langsung menemukan bahwa kabut yang menyelimuti Little Hope, bukanlah kabut yang biasa. Terpisah dari sang supir bus yang entah kabur kemana, usaha untuk keluar dari kota ini tidak berbuah hasil sama sekali. Ambisi mereka untuk menerjang kabut tebal ini selalu membuat kelompok ini kembali dan kembali ke titik dimana mereka memulai perjalanan yang ada. Sang kabut sepertinya tidak mengizinkan mereka untuk kembali ke rongsokan bus sebelumnya, dengan jalur gerak kini hanya memungkinkan mereka untuk berjalan menuju ke kota terdekat. Seolah tidak cukup, kali ini mereka juga bertemu dengan situasi yang aneh. Entitas misterius bak hantu secara ajaib, mampu menarik mereka ke masa lalu. Masa dimana perburuan para penyihir tanpa bukti masih menjadi praktik yang lumrah. Lebih anehnya lagi? Pihak yang terlibat dalam kasus perburuan penyihir ini juga berbagi wajah yang sama dengan kelompok studi yang terdampar ini.

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi di Little Hope? Mampukah kelompok studi ini keluar dari kota kecil penuh kabut ini? Apa keterkaitan mereka dengan kasus perburuan penyihir di masa lampau? Semua jawaban dari pertanyaan ini tentu bisa Anda dapatkan dengan memainkan The Dark Pictures: Little Hope ini.

Need for Speed Heat, Bukan Cuman Kepulan Asap Kosong

Need for Speed yang seperti kehilangan jati dirinya dalam beberapa seri terakhir tentu tidak melihat impresi yang satu ini berlebihan dimana menceirtakan tentang apa yang terjadi didalam beberapa seri terakhir. Dimana sebuah game yang berasal dari kenanangan masa lalu dengan memiliki nama besar serta asosiai yang begitu kuat terhadap kualitas menjadi seri game racing arcade yang sepertinya sudah didesign untuk menambah pundi – pundi uang untuk sang publisher yakni EA Games. Dengan berbagai kebijakan yang tidak begitu popiler dengan menhadirkan konsep always online yang tidak tentunya tidak begitu berkontribusi banyak terhadap pengalaman yang ada hingga transaksi kecil yang menghasilkan pundi pundi uang ini di buat dalam permainan seri balapan.

Need for Speed Heat, Bukan Cuman Kepulan Asap Kosong
Need for Speed Heat, Bukan Cuman Kepulan Asap Kosong

EA yang menghadirkan pengalaman yang tak biasa dimana ia memasukkan plot layakanya fil Hollywood pada seri game balapan ini sebagai pondasi jalan cerita mengapa pemain harus mati matian memacu kendaran menjadi yang terdapan dijalanan.

Awal mula, anda akan di ucapkan selamat datang di Palm City yang merupakan surga balapan di kota tersebut. Disini anda bertindak sebagai karakter yang kamu buat sendiri pada awalnya. yang hanya sekedar tertarik untuk mengjui nyali di Speedhunter Showdown. Dalam Ambisi ini anda akan bertemu dengan Lucas Rivera yang merupakan seorang mantan pembalap dan sekaligu pemeilik bengkel super besar yang berada dalam kota yang akan merekomendasikan berbagai kendaran untuk dipilih. Lucas bukan satu satunya keluarga dari rivera yang tertarik dalam dunia balapan. Namun ternyata sang adik perempuannya juga memiliki ketertarikan yang sama dengan sang kakak dengan cara yang ilegal.

Alur Cerita Dan Panorama Palm City Yang Memukau
Alur Cerita Dan Panorama Palm City Yang Memukau

Alur Cerita Dan Panorama Palm City Yang Memukau

Dengan impian untuk dapat membangun kembali krewnya dalam usaha dunia judi bola online. Ana mulai melirik kamu sebagai salah satu pembalap yang memiliki potensi dalam mengacu kecepatan. Sepert yang sudah dijelaskan diawal tadi bahwa kota ini merupakan tempat yang bagus untuk para penggiat balapan. Dan sang karakter utama dan juga ana diburu dalam target buruan polisi setempat.

Namun semua polisi yang tepat berada di Palm City bukanlah polisi yang ramah bahkan cenderung polisi tersebut mengikuti praktek korupsi. Namun apabila anda melakukan perlawanan yang amat kuat, maka semakin giat juga polisi di Palm City untuk membungkam sang karakter utama.

Dengan Frsoibite Engine sebagai basis yang sudah menjadi tidak tergantikan dalam presentasi tampilan Need for Speed memang tidak perlu diragukan. Namun ternyata eterdapat keterbatasan pengetahuan mengenai mobil tertentu tidak akan memberikan banyak perbedaaan soal detil dan akurasi representasi untuk setiap variasi mobil yang ada.

Dengan Ghost Games sebagai penangan dari game ini dan memberikan warna kepada Palm City membuat para gamer terkesan. Dengan cita rasa tropis diusung serta bukanlah hanya sekedar kota besar yang diisi dengan bangunan super menjulang keatas dengan pohon palm atau kelapa disetiap kota kota besar sudut pantai. Serta hadirnya dengan ukuran map yang cukup luas, kota ini memiliki beberapa sesi yang secara tampilan amat memanjakan mata. Dengan berbagai kesempatan untuk menikmati daerah rawa yang lebih nyaman untuk dapat dijelajah serta lebih nyaman untuk dimainkan seperti menelusuri jalanan offroad hingga jalanan pegunungan yang berlika liku. Bahkan yang membuat game ini amat lebih keren adalah lokasi yang disuguhkan amatlah epik dan juga eksplorasi ruang angkasa yang amat menakjubkan mata. Bahkan anda juga bisa melihat tempat peluncuran roket yang terlihat sangat tinggi mengahadap ke tabir surya di angkasa. Dengan pandangan secara kompleks game balapan ini memiliki sisi kemegahan yang menyenangkan untuk dimainkan.

Penjelasan Sistem Settlement di Assassin’s Creed Valhalla

Sebelumnya yang menjadi misteri dalam seri game terdahulu, akhirnya sang publisher membuka akhir dari misteri tersebut pada seri Assassin’s Creed yang mengambil nama seri Valhalla. Dengan memastikan rumo yang sempat marak beredar sebelumnya, seri ini akan mnejadi proses seri yang menjadikan Viking sebagai basis dimana tokoh utama akan berperaan yang bernama Eivor.

Cerita Eivor ini sendiri berusaha untuk menjadikan klannya keluar dari perbtasan Norwegia dan menemukan tanah atau disebut rumah baru didaratan Inggris pada era tersebut, memang pada awalnya terpecah menjadi beberapa kerajaan kecil yang berada dimana mana. Dengan menjadi pengalaman seorang vioking seharusnya akan menjadi sebuah daya tarik. Nah yang menarik ialah juga memperkenalkan sistem unik yaitu Sttelement artinya perkumiman didalam game ini.

Penjelasan Sistem Settlement di Assassin's Creed Valhalla
Penjelasan Sistem Settlement di Assassin’s Creed Valhalla

Apa itu Sistem Sttelement di Asssasin’s Creed Valhalla

Sistem Settlement merupakan pengalaman Assassin’s Creed Valhalla dalam seperti yang telah diungkapkan oleh Producer utama yaitu Julien Lafferriere dalam sebuah sesi wawancara terbarunya bersama dengan situs gaming yaitu Eurogamer. Dengan sistem terbarunya ini akan menciptarkan sebuah rumah bagi sang tokoh utama yakni Eivor untuk bepergian dan kembali ke rumahnya dimana tidak ubahnya seperti peran sebuah hub.

Settelement akan tumbuh dan akan berubah – berubah sesuai dengan keputusan dan aksi eksekusi yang akan diambil oleh tokoh utama itu sendiri. Setiap keputusan sang gamer dalam bermain akan mempengaruhi hubungannya didalam sebuah klan yang layaknya seperti kamu sedang ber judi online pada sebuah situs taruhan, seperti halnya denghan pernikahan antar anggota klan contohnya. Bahkan Eivor sendiri dapat menjalin tali asamara dalam game konsol satu ini, apabila kamu tertarik untuk menjalaninya. Dalam seri AC Valhalla ini Desa akan menjadi sumbu utama penggerak narasi dalam seri game satu ini.

Apa itu Sistem Sttelement di Asssasin's Creed Valhalla
Apa itu Sistem Sttelement di Asssasin’s Creed Valhalla

Nah dalam menciptakan struktur sensai rumah yang kuat, gameplay ini juga akan mendorong untuk sering kembali ke Settlement daripada sekedar hanya untuk berpetualang keluar dan menjelajahi area tanpa henti. Dengan bersama tumbuhnya sebuah desa, kamu juga akan semakin disuguhkan dengan lebih banyak lagi bangunan yang turut mempengaruhi cerita gameplay kamu. Seperti kesempatan untuk melakukan kustomisasi dan upgrade seperti halnya barracks, tempahan dan hingga tempat tatto.

Hal yang menarik dalam game ini tentunya sangat banyak seperti dengan eksploasi di laut untuk bergerak dari suatu titik ke titik lainnya. AC Halhalla tidak mengusung pertempuran di area laut menggunakan meriam atau sejenisnya ala seri sebelumnya. Tentunya jhal ini sangat berhubungan dengan gaya hidup seorang Viking dimasa lampau yang memang menggunakan sebuah kapal hanya sebagai moda transportasi untuk melakukan penyebrangan antar pulau dan wilayah lainnya. Dan setiap penyerangan yang telah kamu lakukan bisa membawa kamu pulang dengan resource ke desa kamu dan membuatnya kian berkembang dan tumbuh bersama.

Assassin Creed Vallhalla sendiri telah dikembangkan selama 2.5 tahun oleh tim Assassin Creed Origins didalam Ubisoft ontreal sendiri dengan Ashraf Ismail sebagai kepala tim kreatif. Dirinya juga akan dilepas untuk game konsol Playstation 4 Playstation 5, Xbox One, Xbox Series, Google Stadia, dan tentunya PC selama musim liburan tahun 2020 ini. Bagaimana tertarik untuk memainkannya?